This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 23 Juni 2014

Semua Orang Bisa Melakukan



Tidak ada yang bisa menyangkal jika sebenarnya, manusia terlahir dengan potensi yang luar biasa. Kalo bahasa saya, setiap orang punya daya ledaknya masing-masing. Tapi karena terkadang, karena lingkungan yang tidak mendukung, membuat daya ledaknya itu tertelan oleh rasa pesimis yang muncul dari dalam diri.

Beberapa waktu yang lalu, saya dilibatkan di sebuah project, membuat short movie. Dimana, para pemain di movie ini adalah pegawai disuatu instansi. Bukan hal mudah, ketika harus mendirect dan menata orang-orang yang memang bukan pemain film, pasti muncul rasa canggung, ekspresi yang tidak natural, grogi dan lainnya.

Masalah yang paling sering muncul adalah, mengenai penghapalan naskah. Sekalipun berbentuk short movie, para pemain dituntut untuk hafal materi-materi yang harus diucapkan. Dan hal inilah yang menjadi ketakutan, karena menurut para pemain ini, daya ingat mereka sudah berkurang dan susah untuk menghafal sebegitu banyaknya materi, dan mereka sendiri yang berbicara tentang rasa pesimis itu.

Akhirnya, dari tim movie maker mencoba mengakali kondisi tersebut dengan membuat tulisan besar di sebuah MMT, harapannya, ketika mereka lupa, mereka bisa membaca. Setelah take selesai, dan mereka bersiap pulang, tim movie maker pun juga sudah berkemas, pimpinan instansi ini muncul untuk mengecek hasil kerja tim. Dan diluar dugaan, pimpinan ini meminta take ulang, karena menurut beliau ini, hasilnya masih kaku dan terlihat membaca. Para pemain, yang sudah bersiap2 pulang, dipanggil kembali dan tim yang sudah berkemas-kemas, harus mempersiapkan diri lagi untuk re take.

Dan disinilah, di bagian inilah, saya melihat pimpinan ini bukan hanya sebagai bos, tapi juga leader yang sangat memberi pengaruh positif, mampu memotivasi para pemain film dadakan ini. Meyakinkan mereka, bahwa mereka bisa melakukan dengan lebih baik lagi. Tidak hanya meminta mereka melakukannya sendiri, pimpinan ini pun juga terjun langsung untuk menyemangati. Dan, bukan hanya para pemain yang termotivasi, kami, tim movie maker pun serasa mendapat suntikan energi yang baru yang lebih segar.

Dan, hasilnya, seluruh pemain mampu menghafalkan semua materi yang menurut mereka sudah tak mungkin lagi dihapalkan. Take ulangan itu pun sukses, tanpa mereka membaca tulisan di MMT yang udah dibuat. Semuanya hapal dengan sempurna.

Catatan untuk saya kali ini adalah, setiap orang mempunyai potensi ato daya ledaknya masing-masing. Setiap orang punya kemampuan tersembunyi dalam dirinya, namun karena kondisi lingkungan yang tidak mendukung, membuat potensi tersebut melemah dan akhirnya hilang. Dan yang pasti, yang perlu disadari adalah, kita membutuhkan bantuan orang lain untuk meyakinkan diri kita tentang potensi dan daya ledak yang tersembunyi tersebut.

Pada intinya, semua orang bisa melakukan, hanya butuh meyakinkan diri dan diyakinkan.

Jumat, 30 Mei 2014

Kabar Gembira Dari Djenar

Cah Vespa

 

 

Ada perasaan haru dan seneng, ketika sore ini mendapat telepon dari seseorang yang sudah saya anggap saudara sendiri. Biasanya, kalo dia telpon, untuk menghabiskan bonusan pulsa yang dimilikinya. Sore ini dia mengabarkan tentang usaha yang baru dirintisnya, jasa layanan pembayaran di desanya. Karena menurutnya, hanya ada 1 saja counter saja di desa. Sementara itu di desanya banyak yang belum tersentuh dengan kepraktisan itu. Dari situlah, muncul ide untuk membuat usaha pembayaran tersebut.

Dari ceritanya, dia menerapkan ide jemput bola, karena di desanya kebanyakan mbah-mbah yang tinggal dirumah dan bakal repot kalo harus datang ke counter miliknya. “Mesakke ben aku wae sing methuk” tuturnya. Ceritanya pun berlanjut, dan yang bikin saya geleng-geleng, area yang dihandlenya meliputi 200 KK. Saya pun bisa bayangin kondisinya, dia dengan vespa bututnya yang dilengkapi box dibagian belakang, keluar masuk kampung, dengan gayanya pake topi pet, mirip banget dengan mantri sunat :D. Piss masbro.

Tuntutan hidup yang membuatnya harus hengkang dari Semarang, sementara anak istrinya di kampung. Sosok yang ngemong dan tahan banting kalo menurut saya, kerjanya dulu ketika di semarang, ikut dengan EO dan kadang menjadi crew foto video punya saya dulu. Sekalipun secara posisi jobdesk sebagai crew, saya pun tak pernah merendahkan dia, lha wong dulu susah seneng yang dirasakan bareng, dan seringnya malah di kosnya dia saya rusuhi, saya numpang ngekost dan makan. Namun saya akui, jiwa militannya kuat, entah apa karena dia tumbuh dengan komunitas vespa yang memang kental rasa brotherhoodnya, yang pasti, dia yang selalu memotivasi saya.

Setelah ngobrol ngalor ngidul tadi, cerita tentang anak dan istrinya, cerita tentang dia yang habis sakit karena pembengkakan ginjal, di akhir cerita dia tanya sesuatu hal yang diluar dugaan saya, dia nanya tentang software editing video, saya pun penasaran, karena setahu saya, kadang dia nyuting namun tidak pernah tertarik dengan urusan edit mengedit. Usut punya usut, akhirnya dia bilang “#Djenar tak urupke ning kene bos, meskipun murah, tapi lumayan iso nggo nambah2”.

Dulu, ketika saya masih berkutat dengan foto video, saya selalu bilang ke temen-temen, setiap orang bikin satu merk ya, biar nanti rejekinya bisa muter, nggak Cuma dari vendor punya saya, ada hari dimana saya jadi bos, ada hari dimana saya tukang foto dan bosnya temen2, gantian, biar semuanya pernah ngerasain menjadi bos, dan seinget saya, segmen2 vendor yang dibikin temen2 itu, berbeda-beda semua, jadinya nggak pernah bentrok. Ya agar semuanya biar tetep bisa hidup dan bisa makan sehari2, iya sesederhana itu pemikiran saya waktu itu.

Dan Djenar itu adalah nama anaknya yang dipilih menjadi nama vendor miliknya, dan saya paham ketika yang dimaksud dengan “diurupke” itu berarti vendor foto-video miliknya yang di buka di desanya. Dan kabar yang saya terima di sore ini, membuat saya kembali bersemangat, dan honestly, ada perasaan seneng yang saya rasakan.

 

djenar foto video

 

SEMANGAT :D.
Sukses MbahBro buat #Djenar nya ^_^

Sabtu, 24 Mei 2014

Masa Depan Yang Diragukan



Setiap orang punya mimpi dalam kehidupannya. Mimpi tentang kehidupan di masa depannya yang lebih baik. Dan semuanya berjuang semaksimal meraih mimpi-mimpi itu. Namun disela-sela berjuang, tak sedikit juga yang meragukan tentang mimpi masa depan mereka, biasanya malah orang-orang di sekitarnya. Mau menjelaskan dengan cara apapun mimpi masa depan kita, yang ada, ketika sudah diragukan, sudah selesai. Mimpi masa depan yang diragukan.

Untuk orang-orang yang KUAT, yang meragukan mimpi masa depan mereka dianggap sebagai motivasi untuk membuktikan bahwa mereka mampu menggapai mimpi-mimpi itu, namun berbeda dengan orang-orang yang lemah, bisa jadi apa yang dikatakan oleh lingkungannya, mempengaruhi pemikiran mereka, dan pada akhir membenarkan apa yang dikatakan oleh lingkungan mereka, bahwa mimpinya tak mungkin dicapai.

Jadi, temukanlah orang-orang yang punya mimpi masa depan, dan berjuanglah bersama mereka, sekalipun mimpinya tidak sama, paling tidak, selalu ada yang menguatkan ketika semangat untuk mencapai mimpi itu mulai pudar. Ada beban yang berkurang, ketika bertemu dengan orang-orang yang berpikiran sama, kita tidak perlu lagi mendengar kata-kata orang yang meragukan mimpi-mimpi kita.

Tugas kita selanjutnya adalah FOKUS dan jangan mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang tidak bermanfaat karena pengaruh lingkungan yang negatif. Abaikan mereka yang meragukan mimpi masa depanmu. Namun jangan pernah lupa mensyukuri kehadiran orang-orang yang meragukan mimpimu, karena dengan adanya mereka, Anda selalu diingatkan tentang mimpi masa depan itu. Tetap mensyukuri kehadiran orang-orang dalam kehidupan kita, apapun cara mereka merespon kita.

Teruslah berusaha, jalan setiap orang berbeda untuk menggapai mimpi masa depan itu. Tidak perlu punya rasa iri, karena orang lain sudah sukses, jadikan motivasi untuk terus berjuang dan jangan pernah berjuang sendirian, sebentar lagi, giliranmu, giliran Anda untuk merasakan riuhnya kemenangan.

Tidak mudah menjadi siapapun, Saya, Anda ataupun Mereka, setiap orang punya tantangannya masing-masing. Jangan pernah melepaskan HARAPAN karena dari situlah, kata-kata “sebentar lagi”, “tinggal selangkah lagi”, “kurang sedikit lagi” terus memberikan semangat buat kita untuk terus bergerak.

Teruslah Bergerak,,
Sebentar lagi giliranmu :)
Keep Faith

 

Minggu, 20 April 2014

Semua Cerita Punya Waktunya Sendiri



Perjalanan hidup yang terkadang tidak bisa dimengerti oleh kita, menyimpan berbagai macam misteri didalamnya. Mungkin kita sering melihat orang lain, yang baru mengenyam kata sukses ketika usianya memasuki senja, namun tidak sedikit yang kita lihat, anak-anak muda yang sudah mencapai suksesnya di usianya yang masih belia.

Teringat obrolan dengan seorang sahabat kala itu, dia merasa hidupnya sudah mencapai taraf dibilang sukses karena materinya pun berlimpah, apa saja bisa dibelinya, tapi entah kenapa dia masih saja mengeluh, bahwa dia tidak bisa merasakan arti kebahagiaan dengan apa yang dimilikinya sekarang. Lain orang, lain cerita lagi, kali ini datang dari seorang sahabat juga, hidupnya memang tidak terlalu berlimpah materi, punya keluarga kecil dan tinggal di sebuah desa saat ini, namun dia merasakan kebahagiaan itu sebagai materi yang berlimpah. Mereka sukses dengan cerita masing-masing, tapi kesuksesan mereka berbeda.

Setiap orang punya cerita suksesnya masing-masing yang waktunya pun tidak bersamaan. Ada yang terlebih dulu sukses dengan materi berlimpahnya, ada juga yang lebih sukses dengan kebahagiaannya, ada juga yang sukses dibidang akademiknya dan ada yang sukses dengan charitynya.

Takaran sukses pun memang tergantung definisi masing-masing, sukses itu belum tentu tentang materi yang berlimpah tapi bisa jadi materi yang berlimpah, namun ketika kita bisa menyadari bahwa semua punya waktunya masing-masing, yang bisa kita lakukan saat ini, just do it the best!

Bersabarlah, tunggu dan yakini bahwa masa itu akan segera datang.

“The Winner never quit, The Quitter never win – Vince Lombardi”

 

 

Rabu, 16 April 2014

Mencintai Pilihan



Ketika kita menentukan sebuah pilihan, bisa jadi mimpi2 kita, pasangan kita, atau bahkan tujuan kita bepergian, tanpa kita sadari seringkali muncul gangguan-gangguan yang sering disebut noise. Gangguan itu bisa jadi, rayuan, bujukan, kemalasan, ketidak konsistenan, yang pada akhirnya membuat kita bisa hilang kendali terhadap pilihan kita.
Bisa jadi, gangguan itu dari luar maupun dari diri kita sendiri. Keduanya memiliki pengaruh yang sama beratnya, tapi ketika kita sudah komit dan fokus dengan sebuah pilihan, hal itu tidak akan terjadi.

Bagaimana kita akan mampu meraih mimpi, ketika mimpi2 kita itu hanya sekilas-sekilas saja datang di pikiran kita? Namun pasti BEDA ceritanya apabila, ketika kita mencintai mimpi2 itu, secara otomatis, akan selalu muncul dalam pikiran kita, setiap waktu. Sama halnya dengan orang yang jatuh cinta, bakal selalu inget terus. Dan hal itulah yang akan mempercepat, terwujudnya mimpi2 kita.

Yuk belajar, untuk menumbuhkan rasa cinta di setiap pilihan yang sudah kita pilih. Belajar mencintainya setiap hari, setiap waktu, sehingga tak ada lagi keterpaksaan untuk menggapai mimpi2 itu. Bukankah bermimpi itu gratis? Jadi kenapa harus terpaksa untuk mewujudkannya, toh semuanya untuk kita juga.

Ketika pilihan yang kita pilih, memberikan beban berat, anggap saja, kita sedang bertengkar dengan pasangan kita dan kita harus woles untuk menghandle keadaan yang terjadi. Mengutip quotenya @AdjieSilarus – “Aku Tenang Aku Menang”, so tenangkan diri, fokus dengan pilihan yang sudah disepakati, dan perjuangkan untuk mencapainya.

Good Luck Yaaa :D

Selasa, 15 April 2014

Tidak Seperti Yang Terlihat

http://www.youtube.com/watch?v=wPtOm9UXfnU

 

ada kalanya yang kita lihat itu salah.
ada kalanya yang kita pikirkan itu salah
tapi, dengan semua kesalahan itu, kita berani menyalahkan orang lain.
padahal kita tidak tahu kondisi orang lain yang sebenarnya.

Senin, 14 April 2014

Waktu Kita (Sebenarnya) Cukup


Pernahkah mengalami waktu kita kurang untuk menyelesaikan pekerjaan? Rasanya selalu kurang dan kurang. Bisa jadi ketika semua itu terjadi, kita yang tidak bisa memanage waktu dengan baik. Kita merasa pekerjaannya terlalu banyak, padahal yang terjadi, kita sendiri yang tidak pandai memanage waktu. Semuanya mengalir dan mengalir saja tanpa adanya batasan. Alhasil, yang terjadi adalah waktu yang tidak produktif lebih banyak dibandingkan dengan yang produktif.

Bisa jadi, pekerjaan kita jika kita fokus dan konsentrasi hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja, tapi karena terkadang ditengah jalan ada “gangguan”, entah itu ngobrol, online atau melakukan kegiatan lainnya, sehingga waktunya jadi molor lebih lama, dan itu tanpa disadari sering kali kejadian dalam kehidupan kita sehari-hari. Saya pun juga terkadang mengalaminya.

Tips sederhana, buat schedule harian, tuliskan jadwal kita mau ngapain saja seharian itu. Kita bisa memperkirakan sendiri, butuh berapa jam untuk menyelesaikannya. Kita bisa mengatur, waktu istirahat kita yang bisa diisi dengan membaca buku, ngobrol, atau bahkan ber sosmed.

Waktu yang kita miliki selalu saja cukup. Tapi kita saja yang tidak bisa memanfaatkannya dengan maksimal. Selesaikan pekerjaan hari ini untuk hari ini, besok untuk pekerjaan esok hari, jangan sampai karena hobi kita menunda, semuanya menjadi berantakan.

Yuk berkarya, maksimalkan waktu yang kita punya hari ini.