This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 12 Juni 2013

Bangun Pagi itu PIlihan


Bangun pagi buat saya bukan lagi menjadi hal yang susah dilakukan, dari SMP, saya dibiasakan untuk bangun pagi, karena tidak ada yang mengantar sekolah waktu itu. Bukan karena tidak ada motor atau mobil tapi karena memang aktifitas dirumah kami, dimulai sejak pukul 3 pagi, setiap harinya, maklum semuanya bekerja di luar kota Semarang. Ketika teman2 yang lain, mungkin masih tertidur pulas, saya sudah bersiap-siap untuk berangkat ke halte bis. Kebiasaan itu terus berulang sampai sekarang, bahkan ketika saya baru bisa tidur jam 2 atau jam 3 pagi, biasanya jam 5 an sudah bangun.

Ada yang saya sukai dari kegiatan bangun pagi ini, di awal2 saya menulis di blog ini, masih ada tulisan juga, bisa di cari :). Salah satunya membuka semua pintu dan jendela dirumah, wuihh rasanya ada energy baru yang masuk melalui udara pagi itu, segeeerrrr hehehe. Dan lebih enak lagi, ketika semua lampu dimatikan, cobain deh. Dan setelah itu, cobalah untuk diam, entah diruang tamu atau di teras. Nikmati dan rasakan suasana pagi, suara burung2 berkicau, lalu lalang beberapa motor, mungkin suara tetangga yang sedang menyapu halaman atau suara orang berjalan, dan masih banyak hal lainnya.

Beraktifitas di pagi hari itu memang mengasyikkan, mau membaca buku bisa, menulis blog bisa, bikin desain bisa, ya apapun bisa karena otak masih fresh, masih seger. Yang pasti jangan dijadikan beban dulu, karena bagi sebagian orang, bangun pagi itu masalah hehehe. Tapi ya tidak bisa disalahkan juga, bangun pagi itu pilihan.

*Sepenggal Kisah Kecil dari Sebuah Rumah Belajar JRU ( Jaringan Rumah Usaha ) Semarang

Menjaga Pikiran



Hampir 7 bulan lamanya saya vakum dari dunia per twitteran, rasanya benar2 aneh, kenapa aneh? Karena sudah menjadi rutinitas untuk mencari berita terbaru, atau sekedar membaca quote2 motivasi. Ya memang seperti itulah saya, selalu ingin tahu hal-hal baru yang terjadi, namun tidak hanya itu, bermain twitter merupakan salah satu cara saya untuk menjaga pikiran agar selalu tetap positif.

Kok bisa? Jaman sekarang apa sih yang tidak bisa :)  hehe. Yang pertama adalah mengatur siapa saja akun-akun yang perlu di follow, hobi saya memfollow akun2 yang selalu share motivasi, yang ada kaitannya dengan fotografi, berita-berita dan info2 lainnya, selebihnya hanya teman-teman. Jangan harap saya bakal follow yang suka menebarkan virus galau, BERBAHAYA! Bisa bikin penyakit hehehe.

Sama halnya kayak makanan, kalo yang kita makan tidak sehat, apakah badan kita bisa menjadi sehat? Pastinya badan jadi sakit. Nah, itu sama dengan halnya follow memfollow akun di twitter. Kalo nggak pintar memilah2, bakal merusak diri kita sendiri. Ingat ya, hanya karena pikiran, apapun bisa terjadi. Jadi nggak heran dengan jargonnya acara tivinya si Deddy Corbuzier waktu opening, “Hati2 dengan pikiran Anda”, kurang lebih seperti itu jargonnya.

 

*Sepenggal Kisah Kecil dari Sebuah Rumah Belajar JRU ( Jaringan Rumah Usaha ) Semarang

Selasa, 11 Juni 2013

Setiap Orang Punya Masa Lalu



Kamu punya masa lalu? Pastinya punya kan :) terlepas itu buruk atau bahagia. Saya yakin setiap orang pasti punya masa lalu. Masa lalu seseorang terkadang kita tak mampu untuk menebaknya, karena hanya orang itu dan mungkin beberapa orang saja yang tahu sejarah hidupnya. Uniknya, kita terkadang, menjadikan masa lalu seseorang sebagai tolok ukur dalam menilai seseorang, hayo betul tidak?? :)

Padahal masa lalu seseorang yang kelam, belum tentu masa depannya suram. Siapapun pasti tidak ingin punya masa lalu atau masa depan yang kelam, tidak ada satu pun. Dan ketika seseorang, pernah punya catatan hidup yang kelam, pasti dia tidak ingin berada dalam kondisi itu seterusnya. Selalu ada SEMANGAT untuk terus bergeser kearah yang positif dan menuju kebaikan. Dan semangat itu tidak tanggung-tanggung, sangat besar kobaran api semangatnya, namun biasanya yang terjadi saat kondisi seperti itu, yang ada malah orang itu dijauhi orang karena masa lalunya, miris!

Saya dan beberapa orang lain yang terjun dalam bisnis, pernah mengalami yang namanya “jatuh”, bangkrut dan sebagainya. Hal yang pasti dari kejadian itu dikondisi yang bisa dibilang tidak punya duit, hanya segelintir orang yang masih SETIA dan mau berteman tanpa tapi,  bukan karena memandang apa yang saya miliki tapi murni hubungan yang saya bilang malah seperti saudara, susah seneng dirasakan bareng. Bahkan banyak yang ditinggalkan, orang2 yang dicintainya karena merasa hidupnya sudah ruwet.

Dari masa lalu, ada pelajaran yang bisa saya petik, tentang pelajaran untuk diri saya sendiri pastinya, untuk selalu berhati-hati – waspada, dari pengalaman itu bisa menjadi alat untuk memfilter orang-orang yang benar-benar care dengan saya.

Memang menyedihkan karena ternyata banyak yang pergi, tapi saya lebih memilih percaya sama Tuhan saja, yang pergi pasti akan diganti dengan yang baru dan lebih baik :).

*Sepenggal Kisah Kecil dari Sebuah Rumah Belajar JRU ( Jaringan Rumah Usaha ) Semarang

Terjebak dalam pikiran


Beberapa hari ini, buku The Secret tulisan Rhonda Byrne, menjadi teman sehari-sehari. Buku ini sebenarnya buku lama, tapi entah kenapa ketika dulu menemukan buku ini di Gramedia, belum ada klik sama sekali, hanya sekilas saja membacanya. Setelah membaca buku ini dan mencoba flashback dengan beberapa kejadian yang saya alami tentang ketakutan, kegundahan dan berbagai macam pikiran negatif lainnya, ternyata semua dibahas mendetail di buku ini.

Buku ini mengupas tentang Hukum Tarik Menarik, yang cara kerjanya seperti magnet, itulah pikiran kita. Ketika kita memikirkan hal-hal yang menakutkan, kemungkinan besar hal itu yang akan terjadi dalam kehidupan kita. Begitu juga sebaliknya, ketika kita berpikir positif, maka pikiran akan mengirim sinyal itu ke Semesta, dan seperti magnet, pikiran kita akan menarik hal-hal yang serupa. Betapa Hebatnya pikiran kita J.

Jadi tidak heran, yang punya hobi galau, yang ada makin lama making nggak karuan pikirannya, karena pikiran yang galau itu akan menarik pikiran-pikiran yang sama atau sefrekuensi dalam Semesta dan akhirnya 1 pikiran galau ditambah pikiran2 galau yang banyaaakkkk, ampun deh. Pasti nggak enak tuh rasanya J. Udah jatuh, tertimpa tangga, ketumpahan cat, bangun2 terpeleset, jatuh lagi dannnn terusss sial. Mau kayak gitu??!!! *amit2*

HINDARI KATA2 “JANGAN”, “TIDAK”, “BUKAN”, dll
Ini yang perlu diingat, karena sangat penting, Hukum Tarik Menarik tidak pernah memperhitungkan kata2 penolakan, seperti “jangan”, “tidak”, “bukan” atau kata2 penolakan lainnya. Misal nih, “Saya TIDAK ingin menderita” ini direspon oleh Hukum Tarik Menarik sebagai “Saya ingin menderita”. Tuh parahkan??

Makanya yuk dilatih, selalu BERPIKIR POSITIF. Saya pun juga masih belajar untuk menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sukses ya :).

*Sepenggal Kisah Kecil dari Sebuah Rumah Belajar JRU ( Jaringan Rumah Usaha ) Semarang

Tidak Ada Yang Salah Dengan Pilihan



Berjalan sendirian, di tengah kerumunan orang yang tidak sependapat / sefrekuensi dengan kita, seringkali membuat kita tersisihkan, seakan- akan apa yang menjadi pilihan kita adalah suatu hal yang salah dan tabu, karena tidak mengikuti pilihan yang dilakukan kebanyakan orang. Mungkin rasanya aneh, karena menurut kita tidak ada yang salah, karena kita tiap pribadi dibekali dengan akal yang luar biasa dan tujuan hidup masing-masing.

Ya memang seperti itu kebanyakan yang terjadi di masyarakat kita, berbeda berarti aneh, bukan berarti unik dan berkarakter. Entah dengan orang-orang yang berada di sekelilingmu, bersyukurlah ketika mereka bisa menerima perbedaan itu. Tapi yang saya alami secara pribadi, ya memang seperti itu, berbeda berarti bermusuhan, sehingga sering timbul gesekan-gesekan dan saya berusaha memaklumi itu. Saya punya pilihan hidup sendiri dan saya yakin punya kemampuan untuk mencapai dan meraih mimpi2 saya, yang sering mereka tertawakan.

Dan, jujur sangat melegakan bisa sharing dengan orang-orang yang frekuensinya sama dan nyambung untuk diajak berbicara tentang solusi dan mimpi. Dan yang terpenting, punya sosok pendamping, yang secara total memantau sepak terjang kita, yang siap akan menjewer kita saat salah atau keluar jalur, bahkan bisa juga mensupport dan memberikan dorongan semangat kepada kita saat yang dilakukan memuaskan.

Betapa baiknya Tuhan, setahun yang lalu saya sempat mengalami yang namanya “jatuh” dan tepat setahun kemudian, bulan Juni ini, rasanya seperti di lahirkan kembali. Semangat yang secara bertahap kembali 100%, Bertemu dengan teman-teman dan keluarga baru, Mendapat ilmu baru dan saya yakin, kedepan ini rencanaNya pun akan terus Luar Biasa. Thanks God :).

*Sepenggal Kisah Kecil dari Sebuah Rumah Belajar JRU ( Jaringan Rumah Usaha ) Semarang

Senin, 10 Juni 2013

Bagikan Kisahmu dalam Tulisan

Ketika saya berada di area “jatuh”, setiap hari menjadi hari-hari yang luar biasa, yang tidak pernah saya alami, berada di bawah tekanan yang tidak terlihat tapi tekanan itu benar-benar ada dan nyata. Tidak ada yang tahu, karena saya berusaha untuk selalu mencoba bersikap wajar dan normal di hadapan orang-orang. Namun terkadang, saya juga butuh cerita, bukan untuk meminta belas kasihan, tapi lebih sekedar melepas sedikit demi sedikit tekanan itu.

SHARING,
pelajaran penting yang saya petik dari pengalaman ke “jatuh” an saya kemarin, bahwa bukan hanya saja yang mengalaminya, butuh untuk share, saya yakin masih banyak yang butuh share dari orang-orang di sekeliling kita, namun karena mungkin malu, mereka tak mampu berbicara banyak. Saya percaya masih banyak orang BAIK TANPA TAPI, yang tanpa pamrih untuk membantu sesamanya, meskipun hanya menjadi pendengar yang baik.

Ketika apa yang saya rasakan tidak mampu terungkap dengan baik, MENULIS adalah salah satu cara saya untuk mengurangi tekanan-tekanan itu. Berhasilkah? Menurut saya, sampai saat ini cukup efektif. Rasanya beban perlahan-lahan terkikis. Thanks God :).

mungkin teman-teman bisa mencoba dengan MENULIS, karena saya yakin, banyak yang tidak mampu secara gamblang menceritakan semua persoalan yang telah ataupun sedang terjadi.

Setiap KISAH selalu BERMAKNA,
sekalipun KISAH itu terasa sangat PAHIT.

Memahami Gelar-gelar Fotografi