This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 24 Maret 2014

Aku Menyebutnya Keluargaku



Kondisi sebuah rumah yang lengkap dengan segala fasilitasnya, tak membuat serta merta kehidupan itu menjadi lengkap dan sempurna. Terkadang bukan hal itu yang membuat keadaan menjadi hidup dalam sebuah keluarga. Paling tidak, ini menurut pengalaman saya.

Keluarga adalah tempat dimana saya bisa mendapatkan kasih sayang sebagai seorang anak dengan wajar dan menghormati orang tua dengan semestinya. Dan di dalam perjalanan saya dari dulu sampai sekarang, saya baru menyadari bahwa saya menemukan banyak keluarga. Saya punya banyak ayah, punya banyak ibu dan sodara2.

Yang menganggap saya sebagai anaknya sendiri, yang mau mendengarkan cerita saya, mau duduk bersama tanpa ada rasa canggung, dan bahkan ketika orangtua2 saya ini marah, saya pun bisa menerima dan tidak ada rasa sakit hati, dan yang membuat saya heran, saya mendapatkan semua itu di luar rumah.



Betapa komunikasi 2 arah itu sangat penting dalam hubungan sebuah keluarga, bukan sekedar segala fasilitasnya terpenuhi namun anak tidak mendapat kasih sayang yang semestinya. Niat orang tua mengumpulkan materi, namun kebutuhan anak terbengkelai karena orang tua tidak punya waktu.

Dan saya bersyukur, ketika saya sedang dalam proses pencarian jati diri, saya dipertemukan dengan banyak orang baik, sehingga saya tidak mencari pelampiasan itu dengan hal yang ngawur. Dan berkat orang yang hari-hari ini menjadi orang tua angkat ini, saya dibimbing dengan sangat baik.

Jumat, 07 Maret 2014

Kebisingan Pikiran



Adalah suara-suara yang berada di pikiran yang tanpa pernah kita sadari, bahwa suara-suara tak lagi menjadi harmony, menjadi alunan nada yang enak di dengar. Suasana bising yang riuh, nggak karuan apa saja yang sebenarnya sedang didengarkan dipikiran kita. Hal ini yang terkadang menjadikan pikiran suntuk, sumpek, rasanya penuh, ibaratnya kita diberada di satu tempat yang sempit, dan semua orang yang jumlahnya cukup banyak, bersuara dengan seleranya masing-masing. Nggak jelas, mana yang harus didengar oleh kita.

Apa yang harus dilakukan jika kondisi kita seperti itu?

Ini adalah trik yang saya dapatkan, ketika dulu saya bermain di lomba 17an. Pernah tahu kan lomba pecah air, yang airnya digantung di plastik, sementara pemainnya harus ditutup matanya, jalan ke arah air itu sambil membawa pentungan untuk memecahkan air. Kuncinya Cuma satu, KONSENTRASI.

Ketika mata saya ditutup, secara otomotasi, suara-suara bergabung menjadi satu, udah nggak karuan riuhnya. Saya hanya FOKUS di satu suara, yaitu guide saya, suara temen saya, saya dengarkan suara dia, bukan suara orang lain, sekalipun saat itu suasananya ramai, belajar FOKUS. Apakah bisa? BISA. Kita harus belajar bahwa, seseorang dikatakan BISA melakukan sesuatu karena KEBIASAAN nya, KEBIASAAN itu harus dilatih, harus diulang-ulang setiap hari.

Dan dari situlah saya belajar, untuk FOKUS dan KONSENTRASI. Sangat bisa sekali dilakukan, memang tidak mudah, namun apabila sudah terbiasa, sangat bisa dan mudah sekali dilakukan.

Dalam hidup, jangan mendengarkan banyak orang, cukup ambil seperlunya yang menurutmu, suaranya mampu membawamu menuju tempat yang lebih baik dan mampu membimbingmu dalam perjalanan hidup.

God Bless You :)

Sabtu, 08 Februari 2014

Pintu Menuju Pelangi



Adalah suatu cerita dari perjalanan saya, yang sampai saat ini masih terasa sekali emosi dari momen2 tersebut dan menjadi salah satu momen yang mampu mengingatkan saya, ketika ego dan pongah itu mulai merasuki. Pelangi, yang saya maksudkan disini bisa di definisikan banyak hal, mulai dari kesempatan baru, hidup baru, kesuksesan, harapan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang lebih baik.

Setiap kita pasti mempunyai masa yang tidak enak, seperti jatuh dalam masalah, hidup tidak tenang, dikejar-kejar orang, yang seakan2 tidak memberikan ruang untuk bernafas karena bejibunnya masalah yang datang dalam kehidupan. Bersyukurlah, ketika semua itu datang disaat ini, anggap saja itu sebagai hujan badai yang memporak porandakan kehidupan kita, namun jangan sesekali untuk melepaskan harapan dan berdoa. Semua yang Nampak kacau, sebenarnya hanya sesaat kacau, setelah kita mampu berpikir tenang, PASTI ada Pelangi dalam kehidupan kita.

Hampir setahun, saya mengalami masa-masa tidak enak itu. Masalah, masalah dan masalah datang rombongan, sementara itu, tidak ada lagi kekuatan dari dalam diri untuk menerima itu, pikiran pun sudah kalut, makin hari stress demi stress yang melanda. Tidak ada yang bisa diajak ngobrol, tidak ada yang bisa diajak sharing kala susah, bisa dibilang parah kondisinya waktu itu. Tapi, satu hal, saya tidak berhenti berdoa dan berusaha, meskipun sesekali bertanya, “sampai kapan kondisi seperti ini saya alami?”

Dalam masa-masa tidak enak itu, ada kesempatan yang saya sebut GOLDEN TICKET, dan tanpa berpikir panjang, saya mengambilnya karena saya percaya, ini waktunya sudah datang. Dan di hari itu, saya berjalan memasuki sebuah ruang besar ( yang hari ini menjadi tempat yang saya tinggali ) dan disitulah Pintu Menuju Pelangi itu saya temukan.  Saya membawa sebuah tas besar dan membuka pintu itu, ya itulah pintunya, itulah kesempatannya, yang bukan suatu kebetulan saya mendapatkan.

Pintu Menuju Pelangi, adalah jalan baru buat saya untuk kembali menapaki hari-hari baru, dan memang tidak ada yang sia-sia di perjalanan yang saya lakukan sampai detik ini..

Temukan Pintu Menuju Pelangi mu, ketika saat ini dirimu sedang berada di masa-masa yang tidak mengenakkan, terus berusaha, terus berdoa, jangan suka merendahkan diri sendiri dan yang pasti jangan suka mengeluh. Kumpulkan semangatmu untuk bergerak maju.

 

Saya bisa menemukan Pintu Menuju Pelangi, BUKTIKAN bahwa kamu juga bisa,

Karena pintu itu selalu tersedia, untuk siapa saja yang tidak menyerah :)

Kamis, 06 Februari 2014

Perjalanan Kilas Balik



Beberapa hari ini di timeline FB, bermunculan video “kilas balik” atau “lookback”, video yang berisikan tentang perjalanan seseorang selama bermain di FB. Ada rasa haru, ada rasa suka dan pastinya duka, karena ketika saya mencoba fitur ini, muncul foto-foto sahabat yang sudah tiada. Sejenak, FB memaksa kita untuk berhenti, melihat hari-hari yang telah lewat. Mungkin saja kita sudah lupa dengan apa yang kita tulis maupun dengan apa yang kita upload.

Pertanyaan selanjutnya adalah, sudahkah kita berhenti sejenak dan mencoba melihat kilas balik perjalanan kita? J

Sudah sampai dimanakah perjalanan kita saat ini, dibandingkan beberapa tahun yang lalu?

Apa saja yang sudah kita perbuat?

Sudah berhasilkah kita?

Sudah sukseskah kita?

Dan tentunya masih banyak pertanyaan lainnya J

Berhentilah sejenak di perjalanan ini, dan melihat ke belakang, kumpulkan semangat-semangat yang ada di masa lalu, sehingga terkumpul menjadi satu dan dapat memotivasi perjalanan kita sekarang.

Cerita kita dimasa lalu terkadang tidak lagi menjadi hal penting, namun bukan berarti harus dilupakan, karena dari masa lalu, kita mampu belajar banyak hal untuk mencapai masa depan yang lebih baik dan lebih bermakna.

Jumat, 31 Januari 2014

PO, The Lucky Panda..


Pastinya pembaca sudah paham betul dengan karakter kartun yang satu ini, yup, PO, si panda yang gendut dan menggemaskan. Film ini menjadi salah satu film favorit saya, karena di dalamnya terkandung nilai yang sangat kental sekali tentang pelajaran hidup, yang sebenarnya tidak berbeda jauh dengan kehidupan kita.

Di film yang pertama, dikisahkan PO ini menjadi panda yang ceritanya ketiban durian runtuh, karena tiba-tiba menjadi Hero yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, tetapi setelah melihat penampilannya, banyak yang meragukan dan si PO sendiri pun memang tidak percaya diri, berulang kali memilih untuk mundur, namun selalu ada yang menyemangati dan singkat cerita, PO bisa menjadi Hero yang sesungguhnya dan mengalahkan penjahat.

Di Film yang kedua, PO dikisahkan terjebak dengan masa lalunya yang kelam, dimana keluarganya dihabisi oleh penjahat, dan kenangan yang menyakitkan itu menjadi kelemahan terbesar PO karena tiap kali mengingat hal itu, PO menjadi tidak focus dan akibatnya PO bisa dikalahkan dengan mudah oleh musuhnya.

Sebenarnya tidak jauh beda dengan kehidupan kita, inti cerita dari perjalanan si Lucky PO ini. Kadang kita sering diragukan-diremehkan oleh lingkungan karena apa yang terlihat saja, hanya penampilan luarnya saja, sudah diputuskan, bahwa “kamu tidak bisa” “kamu tidak mampu”. Dan percaya tidak percaya, asumsi lingkungan ini yang terkadang membuat kita drop, karena tidak ada pendukung dari lingkungan, hanya di judge tanpa solusi.

Dan yang kedua adalah tentang masa lalu yang seringkali menjadi musuh utama dalam kehidupan kita, banyak orang yang tidak bisa move on gara-gara masa lalunya karena mereka tidak mampu memaafkan atau berdamai dengan masa lalu mereka, bahkan kadang ada yang sampai stress dan bunuh diri gara-gara masa lalu.

Dan perjalanan si Lucky PO yang disajikan dengan banyak guyon ini karena tipikal karakternya memang demikian tengilnya, yang juga memotivasi saya untuk tumbuh dan berkembang. Dan yang perlu disadari, kita butuh orang lain untuk menjadi Hero, dan sangat tidak mungkin ketika kita merasa bahwa kita tumbuh dan berkembang sendirian, tanpa bantuan orang lain. Ada orang tua kita, saudara-saudara kita, sahabat-sahabat kita, orang-orang terkasih kita, yang mungkin tak terlihat sumbangsihnya, tapi kita juga tidak pernah tahu, kalo mereka membantu kita dengan doa2 mereka, ya kan? :)

Lucky PO tidak pernah sendirian, dia punya orang tua angkat, Seorang Shifu dan beberapa sahabat yang mendukungnya. Dan seorang Hero, tidak akan pernah menganggap dirinya seorang Hero, yang dia lakukan hanya melakukan yang terbaik untuk orang-orang yang menyayanginya.

Nice Story of Lucky PO.

Kamis, 16 Januari 2014

Sedikit Ruang



Seringnya nongkrong bareng temen-temen di mie ayam langganan, membuat saya sering memperhatikan orang-orang yang makan disitu, dan yang paling sering saya perhatikan adalah cara mereka menuangkan saos dari botolnya. Ada yang bersemangat sekali, dengan sekuat tenaga menuangkan saos itu, namun tak berhasil. Tapi ada juga yang menuangkan dengan pelan-pelan, tapi dengan mudah saos itu berpindah ke mangkok mie ayam. Ada pelajaran yang bisa diambil dari situ. Adakah yang menyadari? :D

Orang pertama, yang menuangkan dengan sekuat tenaga, mengarahkan botolnya agak vertical, sehingga semua isi saos merapat di bagian bawah, di ujung botol, hasilnya ujung botol penuh, tidak ada rongga, dan saos pun tidak mau keluar. Orang kedua, menuangkan dengan pelan-pelan, dia tidak mengarahkan botol secara vertical, tapi agak memiringkannya, sehingga sekalipun isi saos menuju ujung botol, tetapi masih ada rongga udara, sehingga saos tidak macet dan lancer berpindah ke mangkok dan selanjutnya bisa menikmati mie ayam dengan sukacita.

Dari situ saya mengambil pelajaran, botol itu dianalogikan sebagai kepala, saos itu adalah pikiran dan rongga udara itu adalah rasa rileks. Seperti itulah pikiran manusia, ketika semakin banyak pikiran, berusaha keras mencari solusi, namun karena tekanannya semakin meninggi, yang ada bukan solusi tapi malah stress dan ujung-ujungnya nggak dapat apa-apa. Kita seringkali melupakan untuk rileks ketika sedang dihadapkan pada suatu masalah ato tekanan.

Masalah, semakin dipikirkan hanya akan mendapatkan masalah. Cobalah untuk sejenak bersantai, sekalipun punya masalah, tidak ada yang melarang seseorang yang bermasalah untuk bersantai, karena memang rasa rileks itu dibutuhkan untuk mencari solusi dari permasalahan. Sediakan sedikit ruang untuk tenang, untuk bernafas dengan baik, pasti perlahan pasti ada solusi dan pada akhirnya, orang bermasalah itu akan “menikmati mie ayamnya dengan sukacita.. :D”.

Kamis, 02 Januari 2014

Api Lilin Kecil



Tulisan pertama di tahun 2014 ini, saya akan share sedikit pengalaman serta sedikit resolusi dan harapan bagi masa depan yang lebih baik, bukan hanya buat saya pribadi, tapi untuk semuanya.

Tahun ini, saya memilih LILIN sebagai icon, untuk mengawali perjuangan kecil saya. 2 tahun yang lalu, saya pernah mendapati ketika api lilin yang saya miliki, benar-benar kecil, tidak pernah bisa tenang karena banyaknya angin dan tidak ada yang membantu menjaga api lilin itu yang semakin meredup. Dan, seperti itulah kehidupan saya yang dulu, sempat jatuh karena masalah, pikiran sudah kocar-kacir, tidak fokus, dan sangat manusiawi ketika orang bermasalah seperti saya dijauhi dan dihindari alhasil stres dan trauma jadi sahabat kala itu, dan itu yang tidak banyak orang tahu.

Saya sangat bersyukur, ketika diawal tahun lalu, saya kembali terhubung dengan salah satu Guru saya, Mas iLik sAs, dan Beliau ini yang membantu saya menjaga agar api lilin yang sudah mengecil ini tidak padam, inilah yang akhirnya menguatkan saya, saya yang sudah tidak mengerti lagi bagaimana caranya untuk melihat masa depan, saya yang sudah tidak memiliki daya lagi untuk berusaha dan hanya sebisa mungkin dengan sekuat tenaga menjaga agar api lilin itu tidak padam, dengan pertemuan itu saya di detoks untuk mengatasi stress dan trauma, dan hari ini, perlahan tapi pasti, saya sudah SIAP menatap masa depan.

Dan, karena kejadian-kejadian itulah, yang menginspirasi saya untuk membuat perjuangan kecil ini. Karena saya yakin, banyak orang diluar sana yang senasib seperti saya, mereka mengalami kejatuhan namun tak punya daya untuk bangkit, sementara itu orang-orang sekitar mereka hanya sibuk membahas masa lalu dan mengejudge mereka dari segala sisi, tanpa pernah memberi ruang bagi mereka untuk bangkit kembali, hal itu yang mendasari banyaknya kasus bunuh diri, karena mereka stress berkepanjangan dan tidak kuat menahan tekanan itu. Dan yang membuat saya heran, dengan tenangnya ketika ada orang bunuh diri, orang-orang sekitar hanya memutuskan bahwa orang yang bunuh diri itu karena stress, dan mungkin saja, penyebab dia bunuh diri adalah, tekanan orang-orang disekitar itu, yang tidak pernah mau mendengarkan, yang tidak pernah mau memberi ruang. Pendek kata, orang itu bukan bunuh diri, tapi dibunuh oleh orang-orang disekitarnya.



Kemarin, saya diselamatkan, dan sudah menjadi kewajiban saya untuk meneruskan kebaikan yang pernah saya terima di hari kemarin. Tidak perlu modal yang banyak untuk menyelamatkan api2 lilin yang kecil itu, sediakan telingamu untuk mendengar, beri ruang untuk “bernafas”, menguatkan dengan memberikan motivasi2, itu adalah hal kecil buat orang2 yang normal/tidak bermasalah, namun bagi mereka itu adalah hal yang luar biasa, karena ada orang yang mempercayai dan memberi kesempatan bagi mereka.

Jangan hanya sibuk dengan dirimu sendiri. Mengejar harta dunia tidak akan ada habisnya. Harta itu akan dinikmati sesaat saja, selebihnya harta itu tidak pernah dibawa ketika nafas ini sudah usai. Apa yang bisa dibanggakan, ketika kamu berlimpah dengan hartamu, tapi di sekelilingmu banyak orang yang api2 lilinnya mengecil?

Jadilah penerang bagi orang-orang sekitarmu, ketika tidak sanggup, jadilah penjaga api2 lilin kecil itu, jangan biarkan api itu padam.